Mengenai kasus ini, sangat banyak pro dan kontra didalamnya, berdasarkan  opini  saya dari beberapa  pemberitaan di media informasi, di sini saya beranggapan bahwa ada banyak kejanggalan dalam kedua tokoh tersebut. Mengapa saya berkata demikian, beralih kita membahas satu persatu tokoh tersebut tapi saya tidak memihak pada siapapun, yang pertama dari eyang subur,, tak seorang pun yang tahu asal usul kekayaannya dari mana dia dapatkan padahal di sinyalir dia Cuma seorang penjahit yang beralih profesi menjadi guru spiritual dan eyang subur dikenal royal membagi-bagi perhiasan emas, motor bahkan mobil kepada artis dan orang terdekatnya. Padahal setiap kali ditanyakan apa pekerjaan eyang subur alias ES, selama ini sang pengacara, politisi, hingga beberapa artis mengaku tidak tahu apa pekerjaannya. Secara akal sehat, tak mungkin harta eyang subur turun dari langit hanya dengan merapal doa. Tapi jika benar ia berprofesi sebagai dukun kemungkinan besar eyang subur punya banyak klien dari kalangan orang kaya, artis dan pejabat negara. bisa jadi dari sanalah harta eyang subur bermuara atau mungkin saja eyang subur punya bisnis lain yang tidak diketahui orang lain.
Saya tidak akan mempermasalahkan kekayaan itu dari mana, tetapi ingin mengajukan pertanyaan. Mengapa Eyang Subur berderma kepada orang-orang yang notabene sudah berkecukupan (artis), bukankah derma itu (dalam Islam) semestinya diberikan kepada fakir miskin. Apakah para artis itu orang-orang miskin yang layak dibantu? Mengapa Eyang tidak memberikan saja kepada para fakir miskin yang nyata-nyata membutuhkan. Inilah nalar berpikir yang tak pernah diendus banyak orang, bahkan media sekalipun. Merujuk pada kehidupan rumah tangga eyang subur, dia memunyai istri sebanyak delapan orang dan tinggal dalam satu rumah , padahal di dalam syariat islam hanya di perbolehkan memoligami seorang perempuan tidak lebih dari empat, ini telah melanggar syariat islam.
Tokoh yang kedua ialah Adi bing slamet, dia adalah seorang murid dari si eyang subur selama 16 tahun dan mengaku sebagai korban dari ES. yang telah di ungkapkan di media Sungguh sebuah ironi, setelah 16 tahun mengikuti ajaran dan perintah-perintahnya, justru sekarang Adi berbalik menyerang dan bahkan menyebut dirinya sudah sesat sesesat-sesatnya. Adi BS, Ibu Subangun, Arya Wiguna tampak begitu marah pada mantan pembimbing spiritualnya, bahkan mereka tidak segan-segan hanya memanggil nama saja (si subur) pada sang eyang yang tidak pernah muncul di media tersebut. Dan parahnya lagi ada banyak korban yang mengaku telah di berikan ajaran sesat.
Oleh karena itu dari kasus ini, kita setidaknya bisa berpikir secara akal sehat karena kita di beri akal dan pikiran, sehingga haruslah kita mengoptimalkan potensi yang di berikan Allah. Maka, pergunakanlah rasio atau akal tersebut ketika bertemu dengan orang-orang yang mengaku ini-itu seperti yang tersebut di atas. Jika anda beragama Islam, kembalilah kepada syariat Islam , tidak usah  mengikuti ritual-ritual yang mereka perintahkan, misalnya harus minum kopi pahit, kopi manis, air garam, melarung kembang melati ke pantai, makan kembang, berendam di air malam-malam , menyalakan dupa. Ingatlah saja, tanyakan pada diri sendiri, anda itu orang apa? Kalau hati kecil anda mengatakan, “saya orang Islam” ya sudah hentikan semua itu.. karena sesungguhnya itu melanggar dari syariat islam.


2 Comments

Blogaul mengatakan...

Wauww.. Postingannya sangat bagus dan bermanfaat buat banyak orang gan.. Nice share and thanks

Unknown mengatakan...

cuma berbagi opini saja, you are welcome